07 September 2012

"alive" alive

"During those working years, I admire how S really really enjoyed his work. It's like, he talks about statistics and numbers like how ice cream and chocolates are for me. Like yummy. And I envied that. I wanted to feel as passionate about something. Like, something that makes me feel alive. Like "alive" alive. So I resigned, and moved from one company to another. Friends said I was weird to change jobs so quick like that. But that was all because I kept on feeling that something was missing. Inside me." - Diana Rikasari on her post Because I Couldn't Sleep, I Decided to Write (http://dianarikasari.blogspot.com/2012/09/because-i-couldnt-sleep-i-decided-to.html)



finally knowing that this happens to somebody else too.
it's a relief.

01 September 2012

do i deserve this?


probably this is just not the right piece.

sunyi sebelum badai

tiba lagi,
di pelabuhan yang ini.

langit lalu senyap kembali,
seolah siap mati.

perahu kertas

perahu kertasku kan melaju
membawa surat cinta bagimu
kata-kata yang sedikit gila
tapi ini adanya

perahu kertas mengingatkanku
betapa ajaibnya hidup ini
mencari-cari tambatan hati
kau sahabatku sendiri

hidupkan lagi mimpi-mimpi
(cinta-cinta) cita-cita
yang lama ku pendam sendiri
berdua ku bisa percaya

ku bahagia kau telah terlahir di dunia
dan kau ada diantara milyaran manusia
dan ku bisa dengan radarku menemukanmu

tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku
cintaku padamu

maudy ayunda

20 August 2012

sedih itu terasa nyata
ketika sekujur badan terasa ngilu yang tak biru, tapi pilu.



sampai berjumpa lagi.

17 August 2012

belenggu

dia terlahir dengan dua rantai yang membelenggu kedua pergelangan kaki.

semakin dewasa, sebelah rantai berkarat lebih cepat.
entah salah kaki kah atau sekadar salah udara.
tapi semakin lama ia jengah.

rantai yang tadinya mengkilap semakin memburam dimakan karat.
permukaan yang licin menjadi menyayat,
dan mulai tajam memangsa kaki jadi koyak.

semakin banyak ia bergerak
bubuk karat makin semerbak.
membedaki lantai dimana ia beranjak.

sekarang semua orang melihat,
tak sedikit bahkan rasa jijik terlihat.

sudah dia coba menutupi,
tapi rasa jengah tak punya topi.



andai-andai mulai merasuk.
andai tak punya rantai busuk.
andai yang rasanya tak muluk,
tapi membuat hati remuk.


andai-andai mulai merasuk.

31 July 2012

26 July 2012

keresahan yang terabaikan

ada disana.

tak terjamah,
tapi cukup membuat jengah.

01 July 2012

akan selalu merindu romansa


bukankah kamu orangnya?

mengingat lupa.

bagaimana caranya,
jatuh cinta lagi?


apa kita perlu kembali ke masa lalu lagi?

kenapa aku masih cemburu pada masa lalu

karena kamu pernah merindu
lebih dari yang aku tahu



dan kenapa sekarang
hilang


aku ingin dirindu

setelah tamat.

hari sudah hampir habis
tapi dia masih meringis.


apa waktu memang hanya lalu dan membawa lari rindu?
sehingga yang lalu ada hanya rasa
yang sisa tinggal curiga?

setelah cerita dibilang tamat
ternyata maksudnya juga kiamat?

apa sesudah tamat cerita masih ada?
apa lalu tokoh-tokohnya mati di tanda titik,
kemudian memudar seiring detik?

karena kita lalu mudah lupa,
ketika tamat tiba,
lalu apa?


tamat kiamat.


karena yang membuat arti hanya menjalani.

19 June 2012

rindu


selamat dua puluh satu.
:)


p.s : cepat pulang,
yang ditinggal sudah meradang.

13 June 2012

07 June 2012

Sakit.

Satu kata yang dipaksa untuk merangkum rasa nyeri di dada yang entah ceritanya bisa ada dan rekaman memori rusak yang diulang-ulang di kepala untuk mencari apa yang membuat salah.

Memaksa kita untuk kemudian mendeskripsikan sesuatu yang begitu rumit, yang tak beralasan dan tak berarah, menjadi hanya dua suku kata saja.

Sakit.

Hanya sesuatu yang kemudian muncul sebagai pengganti sejuta kemungkinan kata untuk menjelaskan lebih jauh.

Bahwa ada yang salah.

Yang kemudian membuat marah.

Dan tak tentu arah.

Sakit.

Semoga tidak lalu melarut.

Untuk yang sakit hati,

akibat terlalu menjamu yang dinanti.