"During those working years, I admire how S really really enjoyed his work. It's like, he talks about statistics and numbers like how ice cream and chocolates are for me. Like yummy. And I envied that. I wanted to feel as passionate about something. Like, something that makes me feel alive. Like "alive" alive. So I resigned, and moved from one company to another. Friends said I was weird to change jobs so quick like that. But that was all because I kept on feeling that something was missing. Inside me." - Diana Rikasari on her post Because I Couldn't Sleep, I Decided to Write (http://dianarikasari.blogspot.com/2012/09/because-i-couldnt-sleep-i-decided-to.html)
finally knowing that this happens to somebody else too.
it's a relief.
07 September 2012
01 September 2012
perahu kertas
perahu kertasku kan melaju
membawa surat cinta bagimu
kata-kata yang sedikit gila
tapi ini adanya
perahu kertas mengingatkanku
betapa ajaibnya hidup ini
mencari-cari tambatan hati
kau sahabatku sendiri
hidupkan lagi mimpi-mimpi
(cinta-cinta) cita-cita
yang lama ku pendam sendiri
berdua ku bisa percaya
ku bahagia kau telah terlahir di dunia
dan kau ada diantara milyaran manusia
dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku
cintaku padamu
maudy ayunda
membawa surat cinta bagimu
kata-kata yang sedikit gila
tapi ini adanya
perahu kertas mengingatkanku
betapa ajaibnya hidup ini
mencari-cari tambatan hati
kau sahabatku sendiri
hidupkan lagi mimpi-mimpi
(cinta-cinta) cita-cita
yang lama ku pendam sendiri
berdua ku bisa percaya
ku bahagia kau telah terlahir di dunia
dan kau ada diantara milyaran manusia
dan ku bisa dengan radarku menemukanmu
tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku
cintaku padamu
maudy ayunda
20 August 2012
17 August 2012
belenggu
dia terlahir dengan dua rantai yang membelenggu kedua pergelangan kaki.
semakin dewasa, sebelah rantai berkarat lebih cepat.
entah salah kaki kah atau sekadar salah udara.
tapi semakin lama ia jengah.
rantai yang tadinya mengkilap semakin memburam dimakan karat.
permukaan yang licin menjadi menyayat,
dan mulai tajam memangsa kaki jadi koyak.
semakin banyak ia bergerak
bubuk karat makin semerbak.
membedaki lantai dimana ia beranjak.
sekarang semua orang melihat,
tak sedikit bahkan rasa jijik terlihat.
sudah dia coba menutupi,
tapi rasa jengah tak punya topi.
andai-andai mulai merasuk.
andai tak punya rantai busuk.
andai yang rasanya tak muluk,
tapi membuat hati remuk.
andai-andai mulai merasuk.
semakin dewasa, sebelah rantai berkarat lebih cepat.
entah salah kaki kah atau sekadar salah udara.
tapi semakin lama ia jengah.
rantai yang tadinya mengkilap semakin memburam dimakan karat.
permukaan yang licin menjadi menyayat,
dan mulai tajam memangsa kaki jadi koyak.
semakin banyak ia bergerak
bubuk karat makin semerbak.
membedaki lantai dimana ia beranjak.
sekarang semua orang melihat,
tak sedikit bahkan rasa jijik terlihat.
sudah dia coba menutupi,
tapi rasa jengah tak punya topi.
andai-andai mulai merasuk.
andai tak punya rantai busuk.
andai yang rasanya tak muluk,
tapi membuat hati remuk.
andai-andai mulai merasuk.
31 July 2012
26 July 2012
01 July 2012
kenapa aku masih cemburu pada masa lalu
karena kamu pernah merindu
lebih dari yang aku tahu
dan kenapa sekarang
hilang
aku ingin dirindu
lebih dari yang aku tahu
dan kenapa sekarang
hilang
aku ingin dirindu
setelah tamat.
hari sudah hampir habis
tapi dia masih meringis.
apa waktu memang hanya lalu dan membawa lari rindu?
sehingga yang lalu ada hanya rasa
yang sisa tinggal curiga?
setelah cerita dibilang tamat
ternyata maksudnya juga kiamat?
apa sesudah tamat cerita masih ada?
apa lalu tokoh-tokohnya mati di tanda titik,
kemudian memudar seiring detik?
karena kita lalu mudah lupa,
ketika tamat tiba,
lalu apa?
tamat kiamat.
karena yang membuat arti hanya menjalani.
tapi dia masih meringis.
apa waktu memang hanya lalu dan membawa lari rindu?
sehingga yang lalu ada hanya rasa
yang sisa tinggal curiga?
setelah cerita dibilang tamat
ternyata maksudnya juga kiamat?
apa sesudah tamat cerita masih ada?
apa lalu tokoh-tokohnya mati di tanda titik,
kemudian memudar seiring detik?
karena kita lalu mudah lupa,
ketika tamat tiba,
lalu apa?
tamat kiamat.
karena yang membuat arti hanya menjalani.
19 June 2012
13 June 2012
07 June 2012
Sakit.
Satu kata yang dipaksa untuk merangkum rasa nyeri di dada yang entah ceritanya bisa ada dan rekaman memori rusak yang diulang-ulang di kepala untuk mencari apa yang membuat salah.
Memaksa kita untuk kemudian mendeskripsikan sesuatu yang begitu rumit, yang tak beralasan dan tak berarah, menjadi hanya dua suku kata saja.
Sakit.
Hanya sesuatu yang kemudian muncul sebagai pengganti sejuta kemungkinan kata untuk menjelaskan lebih jauh.
Bahwa ada yang salah.
Yang kemudian membuat marah.
Dan tak tentu arah.
Sakit.
Semoga tidak lalu melarut.
Untuk yang sakit hati,
akibat terlalu menjamu yang dinanti.
Subscribe to:
Posts (Atom)