11 February 2010

tolong buat saya tahu

saya jadi tidak tahu
duniamu
masalahmu
marahmu
emosimu
sedihmu
sepimu
sakitmu
hatimu
riangmu
tawamu
harimu
malammu
pagimu
suaramu
wangimu
diamu

kamu
masih peduli kamu

kalau aku bilang cemburu?








menoleh saja tidak.

jealousy kills

ternyata
cemburu itu
begini

ternyata
posesif itu
begini

rupanya
sakit

cantik
menyenangkan
mendengarkan
menemani

cocok
daripada
biasa saja
menyedihkan
merepotkan
mengacuhkan

maukah kau kembali?




mana mungkin mau.

dia mu

kamu
dia
malam
pergi
dua
tiga
cerita
cinta
putus
senyum
riang
lepas
bebas



aku cemburu.
dengan segala ketidakwarasanku.
setengah mati.

pahit

kembali di sini,


dengan segala rasa yang tersisa.
di pagi buta, dengan segala ketidakwarasannya.

keep on

kalau saja saya tidak menulis sekarang
kalau saja saya sekarang belajar biologi
kalau saja waktu itu saya tidak tanya
kalau saja waktu itu dia tidak tanya
kalau saja waktu itu saya tidak peduli
kalau saja waktu itu dia peduli
kalau saja
kalau saja


dunia yang kita lihat tidak berhenti berputar ketika kita iya. ketika kita berteriak mencaci maki apa yang sudah terjadi. ketika kita diam dalam hidup yang terus berjalan. ketika kita mencoba jadi batu. ketika kita menjadi begitu manja dan minta diperhatikan.

dunia tidak berhenti berputar.

ketika dua minggu yang lalu anda ditinggal kakak.
ketika kemarin anda bilang pasti anda mati setelah mengerjakan soal itu.
ketika beberapa hari yang lalu anda diputusin.
ketika hari ini anda patah hati.

dunia tidak berhenti berputar.

ketika anda ingin membuatnya berhenti.
ketika anda marah pada semua hal yang membuat anda ingin dunia berhenti berputar.
ketika semua orang tetap pada aktivitasnya masing-masing.
ketika anda kesepian dan orang-orang tetap sibuk. tak peduli.

dunia tidak berhenti berputar.

ya, jadi tertawakan saja. tak ada yang bisa anda lakukan untuk membuatnya berhenti.
karena semua sudah terbiasa dengan sakit hati. semua sudah bosan dengan rengekan.
dunia tetap berputar ketika kamu patah hati dan hari cinta tiga hari lagi.
dunia tetap berputar ketika kamu jatuh dan tidak ada yang peduli.
dunia tetap berputar ketika kamu tidak mau besok.
dunia tetap berputar.
sebenarnya,

saya sayang kamu.

untuk apa yang sudah tidak ada dan apa yang masih ada.

kata demi kata meluncur deras dari otaknya. huruf demi huruf terketik lancar dari jemarinya. namun semua nuansa sudah hilang. tak ada lagi yang dimengerti. esensinya absurd. apa? dia tidak tahu. apa yang dia tahu hanya dia sebetulnya gemetaran saat menulis ini. jantungnya berdegup dua kali lebih cepat, seakan dia habis berlari. mungkin dia memang berlari. tanpa menggerakkan kaki. apa yang dia tahu hanya bulir-bulir air itu memang selalu siaga di balik kelopak. sebentar-sebentar mencari kesempatan untuk menyelinap keluar. yang dia tahu mungkin hanya dia tidak pernah betul-betul belajar dengan baik, ketika dia mengerjakan semua soal sampai pusing. pikirannya terasa absurd. hilang, datang, hilang. apa yang bisa dimasukkan jika memorinya terasa rusak. hanya bisa mengulang dan mengulang tapi tidak tahu menahu apa yang harus dipikir. mungkin yang dia tahu hanya dia menangis tersedu-sedu di pelukan ayah yang tak habis pikir apa yang terjadi. atau mungkin yang dia tahu hanya ketika dadanya terasa sakit, sakit yang terlalu sakit, sampai dia tidak bisa bernapas dan lalu meraung-raung sampai ketiduran.lelah.
mungkin yang dia tahu hanya itu. mungkin.
tapi dia tetap tidak mengerti. apa yang dia nanti setiap hari. apa yang ingin dia lakukan hari ini. besok. lusa. apa yang dia pikirkan ketika tidak bisa tidur di malam hari. seperti hari ini. apa yang dia cari dari sepersekian detik kosong yang selalu dia ulur dari apapun yang dia lakukan. apa yang dia cari dari telpon genggam yang belakangan jadi sering kelupaan ada dimana. apa yang dia lihat ketika bengong di jalanan pulang. apa yang dia gambar ketika ada pembahasan soal. apa yang ada di otak ketika melakukan ini itu.absurd.

manusia nuansa,
dia tak lagi ada.
kenapa tidak ada lagi ruang untuk yang ditangisi.


aku kangen kamu.

afraid of losing you

siapa lagi yang mencoba membangunkan seribu kali
siapa lagi yang meminjamkan bahunya untuk menyembunyikan air mata yang malu keluar
siapa lagi yang meminjamkan senyumnya ketika yang dipunya hilang
siapa lagi yang menuntut ini itu
siapa lagi yang katakan sejuta rasa
siapa lagi yang mencium kening
siapa lagi yang selalu mengingatkan
siapa lagi yang berjanji tidak pergi
siapa lagi yang mengirim nyanyian menghibur
siapa lagi yang mencoba mengerti
siapa lagi yang merasa mengerti
siapa lagi yang mengerti
siapa lagi yang meminjamkan jemari
siapa lagi yang menitipkan hati
siapa lagi yang menutupi cemburu
siapa lagi yang begitu posesif
siapa lagi yang selalu mengalah
siapa lagi yang selalu keras kepala
siapa lagi yang bernuansa
siapa lagi yang memberi nuansa
siapa lagi yang dicintai
siapa lagi yang mencintai
siapa lagi yang dirindukan
siapa lagi yang merindukan
siapa lagi

25 January 2010

bisa jadi gila

saya selalu takut.
tapi,
saya mengecap aman bersama kamu.


tapi kini tidak lagi.
resah, lelah, mengudara.
menutupi mata, hati, telinga dengan kabut ketidakpastian.
pekat.


saya tidak ingin hidup bersama kamu yang seperti ini.

09 January 2010

sorry




for being me,

love.
dia selalu bertanya
tanya
tanya
tanya
tanya
tanya
tanya




n g g a k t a u.

tanyakan

andai semua ini bisa diungkap.



rasanya
semua ketinggalan di tahun yang lama
termasuk diri saya.

26 December 2009

bicara sendiri

hanya saja pikiran ini terasa terlalu berat.

pantas saja yang namanya telepon laku,
karena,
telepati itu bohong.