di antara senyum-senyum yang dipaksa dan kata-kata yang terpaksa.
maka aku bertanya-tanya, apa kamu juga tersiksa?
tidakkah kita harusnya lancar berkata-kata
dan merasa cinta?
karena aku merasa kita hanya bicara dalam bahasa tata krama
hanya bicara demi menghindari diam yang lama.
(mungkin kita tidak usah...)
(mungkin kamu tidak mau...)
(mungkin saya tidak lagi...)
(mungkin kita tidak perlu...)
ini gila!
kenapa kita tidak lagi tergila-gila dalam cinta?
tak habis menguras kata dan umbar cerita
yang biasa tak habis jua
dan rasa yang selalu meluap tiada tara
dan cinta yang biasa ada
saya ingin jatuh cinta lagi.
No comments:
Post a Comment