terngiang
bisik di ujung telinga
wangi yang sudah terlalu familiar
cium yang tak berkesudahan
begitu jatuh cintanya,
dia.
22 June 2011
20 June 2011
14 June 2011
01 June 2011
menunggu pesan yang harus ditunggu
kangen
kangen
kangen
kangen
kangen
kangen
kangen
kangen
kangen
kangen
kangen
kangen
kamu.
22 May 2011
ini cerita tentang seorang penulis yang jatuh cinta pada tokoh ciptaannya
semua lalu menjadi terlalu nyata
tokoh itu memang selalu jatuh cinta pada sang penulis
yang menuliskan semua tentang cinta dan hidup
yang menghidupkan cinta sang tokoh kepada ceritanya,
dan kepadanya
sampai sang penulis kemudian lupa menulis
dia terlalu sibuk jatuh cinta
sang kekasih menderita
tulisannya adalah ceritanya
hidupnya
cintanya
kekasih itu butuh penulisnya.
dia lalu menjadi takut
kalau-kalau penulisnya menjadi jatuh cinta
pada tokoh-tokoh lain yang pernah diciptanya
yang juga pernah dicintanya
yang juga pernah ditulisnya dengan cinta
kekasih itu butuh penulisnya.
semua lalu menjadi terlalu nyata
tokoh itu memang selalu jatuh cinta pada sang penulis
yang menuliskan semua tentang cinta dan hidup
yang menghidupkan cinta sang tokoh kepada ceritanya,
dan kepadanya
sampai sang penulis kemudian lupa menulis
dia terlalu sibuk jatuh cinta
sang kekasih menderita
tulisannya adalah ceritanya
hidupnya
cintanya
kekasih itu butuh penulisnya.
dia lalu menjadi takut
kalau-kalau penulisnya menjadi jatuh cinta
pada tokoh-tokoh lain yang pernah diciptanya
yang juga pernah dicintanya
yang juga pernah ditulisnya dengan cinta
kekasih itu butuh penulisnya.
ya saya takut.
tidak bisa berhenti,
ketakutan ini.
biar saja berhenti,
waktu ini.
janji selamanya
bukan satu kali,
aku atau dia
semua satu janji.
siapa bilang
kita bisa selamanya,
dulu bilang
kalian bisa selamanya.
aku tidak mau defensif,
aku mau kamu.
biar semua bilang naif,
aku mau kita satu.
ketakutan ini.
biar saja berhenti,
waktu ini.
janji selamanya
bukan satu kali,
aku atau dia
semua satu janji.
siapa bilang
kita bisa selamanya,
dulu bilang
kalian bisa selamanya.
aku tidak mau defensif,
aku mau kamu.
biar semua bilang naif,
aku mau kita satu.
10 May 2011
tidak bisa diberitahu pada yang harus tahu tapi tidak pernah mau tahu
s
eb
egi
niti
daken
aknya
tidakdi
percaya.
eb
egi
niti
daken
aknya
tidakdi
percaya.
selalu begini lagi.
kamu,
dengan sejuta bayangan pesimismu.
kamu,
dengan tidak percayamu yang merajalela.
kamu,
dengan peringatan-peringatan basi mu.
kamu,
dan semua khawatirmu.
kamu.
dan larangan "jangan menyelam" pada orang yang bahkan tidak bisa berenang.
tiada habisnya.
dengan sejuta bayangan pesimismu.
kamu,
dengan tidak percayamu yang merajalela.
kamu,
dengan peringatan-peringatan basi mu.
kamu,
dan semua khawatirmu.
kamu.
dan larangan "jangan menyelam" pada orang yang bahkan tidak bisa berenang.
tiada habisnya.
30 April 2011
29 April 2011
22 April 2011
18 April 2011
kekal.
kamu selalu menjadi si pembaca.
bahkan ketika sudah kuundang untuk merasa,
kamu masih bersikukuh untuk tetap berada di tempatmu saja.
kamu begitu tidak tertarik untuk beranjak,
padahal aku ingin kamu disini di sebelahku dengan hanya merasa.
sedemikian takutkah kamu pada angkasa yang melindungi kita?
ketika aku melihatnya begitu kekal,
kamu hanya dengan sedemikian naif memotong kalimat-kalimatku yang penuh dengan 'kalau nanti'.
padahal aku begitu menanti kamu kesini,
tapi tidak jua kamu berani duduk bersebelahan.
padahal aku begitu menanti kamu berhenti menganalisa,
dan cukup percaya untuk hanya bersama.
semoga kamu mengerti.
kalau nanti aku ternyata cukup berharga untuk akhirnya mampu membuatmu mau merasa.
dan berhenti hanya menjadi pembaca.
bahkan ketika sudah kuundang untuk merasa,
kamu masih bersikukuh untuk tetap berada di tempatmu saja.
kamu begitu tidak tertarik untuk beranjak,
padahal aku ingin kamu disini di sebelahku dengan hanya merasa.
sedemikian takutkah kamu pada angkasa yang melindungi kita?
ketika aku melihatnya begitu kekal,
kamu hanya dengan sedemikian naif memotong kalimat-kalimatku yang penuh dengan 'kalau nanti'.
padahal aku begitu menanti kamu kesini,
tapi tidak jua kamu berani duduk bersebelahan.
padahal aku begitu menanti kamu berhenti menganalisa,
dan cukup percaya untuk hanya bersama.
semoga kamu mengerti.
kalau nanti aku ternyata cukup berharga untuk akhirnya mampu membuatmu mau merasa.
dan berhenti hanya menjadi pembaca.
Subscribe to:
Posts (Atom)

