25 January 2010

bisa jadi gila

saya selalu takut.
tapi,
saya mengecap aman bersama kamu.


tapi kini tidak lagi.
resah, lelah, mengudara.
menutupi mata, hati, telinga dengan kabut ketidakpastian.
pekat.


saya tidak ingin hidup bersama kamu yang seperti ini.

09 January 2010

sorry




for being me,

love.
dia selalu bertanya
tanya
tanya
tanya
tanya
tanya
tanya




n g g a k t a u.

tanyakan

andai semua ini bisa diungkap.



rasanya
semua ketinggalan di tahun yang lama
termasuk diri saya.

26 December 2009

bicara sendiri

hanya saja pikiran ini terasa terlalu berat.

pantas saja yang namanya telepon laku,
karena,
telepati itu bohong.

23 December 2009

sepi

sekadar kata kata sudah menguap.

jauh.




sehingga yang tertinggal hanya kerangka kosong tanpa isi.
berbunyi nyaring.
memekik.

now

heart
mind
eyes






w i d e open.

14 December 2009

sebatas harapan

andai ada satu saja yang bisa membuat saya tidak peduli.



saya
tidak
mau
jadi
saya



saya mohon.

hari sempurna untuk menjadi salah.

jadi yang saya lakukan hanya menertawakannya,
lalu menangis diam-diam.
sampai ditatapi dengan rasa heran satu sekolah,
diratapi oleh kekasih yang digantung.
karena tidak ada yang mengerti,
tidak ada yang saya ingin mencoba tahu,
tidak ada yang sanggup saya beri tahu.

saya sedih
kecewa
malu
marah

setengah mati.


tapi tetap menjadi batu sampai mati.
sok misterius.

sialan.

hancur

kadang saya mau berhenti hidup jadi saya.
sekali saja.
saya mohon.

20 November 2009

buktikan

:) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :)

...kata orang senyum menular.

mendung gerimis hujan

musim hujan sudah tiba.
favoritnya.
tapi dia lihat sekarang tak lagi dia sendiri.
semua menunggu-nunggu hujan.
semua bersorak diam-diam ketika mendung mulai menyelimuti dan semilir angin terasa berat membawa hawa lembab.
ketika suasana kelas mulai menjadi gelap dan berisik air menembus dinding dan bernyanyi syahdu.
semua mata dan hati tak lagi tertuju pada apa yang berjalan di ruangan, semua mengharap bisa menari di rintik hujan yang semakin deras.
rasa-rasa haru melankolis lelah rindu sedih marah semua mulai terlantun diam-diam dalam hati. dijaga tetap rapi, namun mereka bukan penipu, sehingga semua terbaca jelas.
karena semua yang biasa disimpan dalam hati terasa meluap,
terasa tak lagi perlu ditutup-tutupi,
terasa jujur.

hujan memang ajaib,
dalam kedatangannya yang begitu jujur.
membuat semua orang dipaksa menjalani semua dengan syahdu,
menghibur semua yang tak ada waktu menangis,
menjadi curahan hati semua orang,
jadi jawaban.

pemimpi yang tidak lagi memimpin.

diluapi rasa rindu, jari-jari itu kembali mengetik.
salah ketik sekali-kali, ritmenya lambat.
sudah lupa rasanya, gumam dia sambil tersipu.
begitu ditanya apa yang mau ditulis, dia cuma menggeleng sambil mengulum senyum.
hari ini hari biasa, tidak ada yang istimewa.
yang membuatnya berbeda, adalah keberadaan jari-jari itu di keyboard. di sore hari. ketika besok ada ulangan biologi dan remedial matematika. di jam yang biasanya dipakai dengan terburu-buru, panik dan cepat. terlalu cepat.
hari ini tanggal 20 november.
empat puluh tiga hari berlalu sejak curahan hatinya yang terakhir disini.
bukan berarti seribu dua puluh tiga jam itu berjalan tanpa ada rasa yang perlu dibagi.
banyak, menetes seiring denyut jantungnya.
namun tidak ada tempat.
tidak ada waktu.
tidak ada ruang pikiran.
rasa-rasa yang seharusnya menjadi sejuta kata yang inspirasional dan melegakan itu hanya sempat hilang ditelan udara.
hanya sempat dibaca hujan.
hanya sempat terdengar langit.
meninggalkan dia dan jemarinya. tak lagi berinspirasi. tak lagi menari dalam satu-satunya dunia puteri-puteriannya.
meninggalkan dia hanya jadi tokoh biasa.
anak sma yang kerjanya belajar, belajar, belajar.
tanpa nama belakang,
tanpa tujuan.

sehingga ketika segala kata rasa dan ungkap itu menguap,
hanya rindu yang mampu terucap.

09 October 2009

melancholy

jam empat pagi,
barulah pikiran kosong.
waktu melega, ruangnya melonggar.
napasnya kembali dinikmati.
syahdu.
menjadikan tidur tidak seberapa perlu.
menulis,
menjadi satu-satunya esensi yang ada pagi ini.
biasanya guratan itu dipaksa ada,
dan ada,
seadanya.
sepi ini begitu surga.
suasana terasa khidmat,
terasa lantunan doa di setiap milisekon yang begitu lambat.
tulis, tulis.
muntahkan saja semua rasa yang tak ada waktu untuk dikeluarkan.
yang tak ada arti untuk didengarkan.
yang tak ada tujuan untuk dipertanyakan.
karena di detik ini hanya Tuhan,
dan saya,
yang mampu tahu betapa khidmatnya waktu ini.
waktu curhat tanpa perlu satupun kata keluar.
waktu tanya tanpa perlu satupun jawab terucap.


amin.

23 September 2009

surat yang tidak bisa sampai.

kepada pembaca pikiran,
dimanapun kau berada.

hai. kau tidak mengenal saya. tapi hari ini, saya minta kamu baca pikiran saya. baca, dan tolong jabarkan jadi kata-kata yang mudah dimengerti, sederhana dan standar. bantu saya, tolong. karena mungkin semua orang tidak akan pernah menjadi mengerti atau paling tidak tahu sedikiittt saja yang ada di sini. di kepala individu yang terlalu rumit ini. tolong jelaskan kepada semua, semua yang mengernyit dan menjadi berpikiran bahwa saya adalah individu paling aneh seluruh jagat raya ini. demi Tuhan, tidak ada yang mengharapkan saya menjadi seperti ini, bahkan seandainya bisa saya juga ingin mengirimkan surat komplain. terlalu banyak salah paham. dan rasanya tidak ada satupun kejadian yang membuat saya sanggup membuka mulut, menjelaskan. bukan saya yang tidak mau, astaga, saya tidak bisa! ya, tidak bisa menjabarkan denyut-denyut absurd dalam hati dan pikiran saya yang bahkan saya sendiri tak mengerti kenapa harus ada. jadi tolong, mungkin anda lebih ahli dalam hal ini.
malam tadi saya menangis, tapi saya sendiri tidak tahu apa yang mendorong saya menjadi begitu sentimentil. astaga, anda pasti sudah mulai kesal kenapa ada orang sebodoh saya. begitulah semua orang. begitulah dia. sama seperti anda, semua juga berpikiran seperti itu. saya tidak menyalahkan anda, mereka, dia. memang salah saya. tapi sepertinya saya hanya cocok dengan orang yang seperti anda, agar tak ada lagi salah paham. bacalah pikiran saya, dan masuk dalam kebingungan absurd ini bersama saya. rasakan betapa tidak enaknya menjadi saya. betapa salahnya.
bahkan sekarang, ketika saya tahu ada yang salah dan saya juga tahu hanya saya yang bisa menjelaskan, saya tidak tahu, sumpah, betul-betul tidak tahu mau berkata apa. rasanya saya ingin teriak 'tinggalkan saja saya!' sehingga dia pergi dan tidak lagi terbelit keabsurdan dunia saya. saya ingin amnesia. biar apa yang sudah lewat tidak lagi penting dan saya bisa mulai lagi dengan 'nama anda siapa?'.