dicintai setengah mati,
tidak mencintai setengah mati.
salah,
tapi tidak kalah.
dicari,
tidak mencari.
dipikirkan,
tidak perlu memikirkan.
dimaafkan,
tanpa perlu keluar satupun kata maaf.
diingat,
tidak usah mengingat.
dibiarkan,
walau tidak membiarkan.
perang,
dan menang.
kamu memang selalu si beruntung.
22 April 2010
hard
gengsi itu mahal,
terlalu mahal sampai-sampai kamu enggan melirik barang sedetik.
kamu itu mahal,
terlalu mahal sampai-sampai saya merasa kerampokan.
heran.
sebenarnya saya juga tidak mengerti apa yang dicari.
rasanya semua ada saja yang salah.
saya salah.
kamu salah.
situasinya salah.
apa lah.
sebegini susahnya untuk hanya bilang,
aku sayang kamu.
untuk sekedar peluk kalau kamu lagi kalut.
untuk sekedar cium di pipi kalau kamu lagi cemberut.
untuk sekedar pegangan tangan kalau kamu lagi kesal.
untuk sekedar jadi sandaran kamu.
susah ya.
terlalu mahal sampai-sampai kamu enggan melirik barang sedetik.
kamu itu mahal,
terlalu mahal sampai-sampai saya merasa kerampokan.
heran.
sebenarnya saya juga tidak mengerti apa yang dicari.
rasanya semua ada saja yang salah.
saya salah.
kamu salah.
situasinya salah.
apa lah.
sebegini susahnya untuk hanya bilang,
aku sayang kamu.
untuk sekedar peluk kalau kamu lagi kalut.
untuk sekedar cium di pipi kalau kamu lagi cemberut.
untuk sekedar pegangan tangan kalau kamu lagi kesal.
untuk sekedar jadi sandaran kamu.
susah ya.
18 April 2010
15 April 2010
cermin
saya mau tanya.
sebenarnya mau kamu apa?
kamu bicara seakan-akan saya orang paling salah di dunia.
seakan-akan saya sejahat kamu.
setiap kali melakukan apa,
mulut kamu bilang beda.
ini memuakkan.
jangan menggurui saya.
izinkan saya mengungkap sepersekian kecil sakit hati saya.
setidaknya saya tidak berhenti mencintai kamu,
atau lari mengais-ngais kesempatan dari orang lain.
kamu,
keterlaluan.
sebenarnya mau kamu apa?
kamu bicara seakan-akan saya orang paling salah di dunia.
seakan-akan saya sejahat kamu.
setiap kali melakukan apa,
mulut kamu bilang beda.
ini memuakkan.
jangan menggurui saya.
izinkan saya mengungkap sepersekian kecil sakit hati saya.
setidaknya saya tidak berhenti mencintai kamu,
atau lari mengais-ngais kesempatan dari orang lain.
kamu,
keterlaluan.
05 April 2010
01 April 2010
29 March 2010
kit(a)ku
waktu melahap
aku dan
kamu
lama lama
menghilang
nyaris tidak bersisa.
semua menghalangi
tak satupun merestui
termasuk ego sendiri.
aku dan
kamu
lama lama
menghilang
nyaris tidak bersisa.
semua menghalangi
tak satupun merestui
termasuk ego sendiri.
19 March 2010
semua rasa ini terlalu meluap
entah harus dimulai dari mana.
...saya tidak bisa menahan diri untuk tidak menjadi melankolis. karena semua yang sudah lewat mungkin memang sebegitu berharganya sampai yang tersisa hanya napas yang tertahan. tak percaya.
ketika menyambut apa yang akan datang.
kecemasan itu sirna sudah ketika mendapati bayangan cermin yang sudah dinanti beberapa bulan belakangan. ini dia. putih hijau kotak-kotak perdanamu. senyum bangga itu tak mampu lagi ditutup-tutupi. tidak lagi terpikir kata orang tentang semua di sini. kata mereka semua di sini terlalu disiplin. kata mereka semua di sini terlalu berat. kata mereka... kata mereka... ah, tidak ada waktu. kamu tidak perlu memusingkan semua itu.
ketika menjalani apa kata mereka.
kadang kata-kata menjadi terlalu nyata sampai kamu tidak lagi percaya apa yang sedang berjalan. mengawang di hamparan penuh hadangan sampai kadang kamu tak percaya kamu betul-betul bernapas. semua di sini rumit. mandiri. kata kunci yang tak pernah mati. semua menjadi terlalu nyata, sampai kadang yang kamu inginkan hanya keluar. atau menyesali kenapa harus terperangkap di sini. kadang kamu terlalu membenci tempat ini. menyalahkan apa yang ada dan menantikan waktu berlalu. lupa mensyukuri.
ketika sudah akan beranjak.
waktu melahapmu terlalu cepat. tiga tahun berlalu bagai sekedip mata. semua ini akan segera berakhir. dan semakin lama, tujuan kamu menjadi hanya satu. segera keluar dari sini. ingin segera mulai yang baru. tapi ketika kamu menoleh ke belakang, kamu akan sadar, semua yang di sini ajaib. a j a i b . tangis, tawa, bangga, kecewa, semua itu hadir menjadi satu. percayalah, semua di sini pada akhirnya menjadi yang kamu rindukan. suasana yang kamu maki setiap hari ini. ya, suasana itu.
ketika akhirnya melangkah keluar.
kamu menjadi terlalu takut akan semua ini. takut kehilangan semua esensi yang kamu dapat dari tempat ini. takut kehilangan malaikat-malaikat putih abu-abu yang selalu membuatmu merasa nyaman. semua yang hangat dan manis. semua itu. tapi waktu tidak pernah berkompromi, membuat semua rasa menjadi berantakan karena kamu begitu takut beranjak. dan di titik itulah kamu sadar, betapa besar kamu mencintai tempat ini.
jadi... selamat tinggal.
toh semua ini akan selalu ada. sekarang, selalu, selamanya. ketika semua kata ini habis terungkap, semua esensi yang ajaib itu akan mengkristal, dan akan abadi di tempat mungil bernama hati. tersimpan, selamanya.
Geni Maharani
entah harus dimulai dari mana.
...saya tidak bisa menahan diri untuk tidak menjadi melankolis. karena semua yang sudah lewat mungkin memang sebegitu berharganya sampai yang tersisa hanya napas yang tertahan. tak percaya.
ketika menyambut apa yang akan datang.
kecemasan itu sirna sudah ketika mendapati bayangan cermin yang sudah dinanti beberapa bulan belakangan. ini dia. putih hijau kotak-kotak perdanamu. senyum bangga itu tak mampu lagi ditutup-tutupi. tidak lagi terpikir kata orang tentang semua di sini. kata mereka semua di sini terlalu disiplin. kata mereka semua di sini terlalu berat. kata mereka... kata mereka... ah, tidak ada waktu. kamu tidak perlu memusingkan semua itu.
ketika menjalani apa kata mereka.
kadang kata-kata menjadi terlalu nyata sampai kamu tidak lagi percaya apa yang sedang berjalan. mengawang di hamparan penuh hadangan sampai kadang kamu tak percaya kamu betul-betul bernapas. semua di sini rumit. mandiri. kata kunci yang tak pernah mati. semua menjadi terlalu nyata, sampai kadang yang kamu inginkan hanya keluar. atau menyesali kenapa harus terperangkap di sini. kadang kamu terlalu membenci tempat ini. menyalahkan apa yang ada dan menantikan waktu berlalu. lupa mensyukuri.
ketika sudah akan beranjak.
waktu melahapmu terlalu cepat. tiga tahun berlalu bagai sekedip mata. semua ini akan segera berakhir. dan semakin lama, tujuan kamu menjadi hanya satu. segera keluar dari sini. ingin segera mulai yang baru. tapi ketika kamu menoleh ke belakang, kamu akan sadar, semua yang di sini ajaib. a j a i b . tangis, tawa, bangga, kecewa, semua itu hadir menjadi satu. percayalah, semua di sini pada akhirnya menjadi yang kamu rindukan. suasana yang kamu maki setiap hari ini. ya, suasana itu.
ketika akhirnya melangkah keluar.
kamu menjadi terlalu takut akan semua ini. takut kehilangan semua esensi yang kamu dapat dari tempat ini. takut kehilangan malaikat-malaikat putih abu-abu yang selalu membuatmu merasa nyaman. semua yang hangat dan manis. semua itu. tapi waktu tidak pernah berkompromi, membuat semua rasa menjadi berantakan karena kamu begitu takut beranjak. dan di titik itulah kamu sadar, betapa besar kamu mencintai tempat ini.
jadi... selamat tinggal.
toh semua ini akan selalu ada. sekarang, selalu, selamanya. ketika semua kata ini habis terungkap, semua esensi yang ajaib itu akan mengkristal, dan akan abadi di tempat mungil bernama hati. tersimpan, selamanya.
Geni Maharani
Subscribe to:
Posts (Atom)