kalau saja saya tidak menulis sekarang
kalau saja saya sekarang belajar biologi
kalau saja waktu itu saya tidak tanya
kalau saja waktu itu dia tidak tanya
kalau saja waktu itu saya tidak peduli
kalau saja waktu itu dia peduli
kalau saja
kalau saja
dunia yang kita lihat tidak berhenti berputar ketika kita iya. ketika kita berteriak mencaci maki apa yang sudah terjadi. ketika kita diam dalam hidup yang terus berjalan. ketika kita mencoba jadi batu. ketika kita menjadi begitu manja dan minta diperhatikan.
dunia tidak berhenti berputar.
ketika dua minggu yang lalu anda ditinggal kakak.
ketika kemarin anda bilang pasti anda mati setelah mengerjakan soal itu.
ketika beberapa hari yang lalu anda diputusin.
ketika hari ini anda patah hati.
dunia tidak berhenti berputar.
ketika anda ingin membuatnya berhenti.
ketika anda marah pada semua hal yang membuat anda ingin dunia berhenti berputar.
ketika semua orang tetap pada aktivitasnya masing-masing.
ketika anda kesepian dan orang-orang tetap sibuk. tak peduli.
dunia tidak berhenti berputar.
ya, jadi tertawakan saja. tak ada yang bisa anda lakukan untuk membuatnya berhenti.
karena semua sudah terbiasa dengan sakit hati. semua sudah bosan dengan rengekan.
dunia tetap berputar ketika kamu patah hati dan hari cinta tiga hari lagi.
dunia tetap berputar ketika kamu jatuh dan tidak ada yang peduli.
dunia tetap berputar ketika kamu tidak mau besok.
dunia tetap berputar.
11 February 2010
untuk apa yang sudah tidak ada dan apa yang masih ada.
kata demi kata meluncur deras dari otaknya. huruf demi huruf terketik lancar dari jemarinya. namun semua nuansa sudah hilang. tak ada lagi yang dimengerti. esensinya absurd. apa? dia tidak tahu. apa yang dia tahu hanya dia sebetulnya gemetaran saat menulis ini. jantungnya berdegup dua kali lebih cepat, seakan dia habis berlari. mungkin dia memang berlari. tanpa menggerakkan kaki. apa yang dia tahu hanya bulir-bulir air itu memang selalu siaga di balik kelopak. sebentar-sebentar mencari kesempatan untuk menyelinap keluar. yang dia tahu mungkin hanya dia tidak pernah betul-betul belajar dengan baik, ketika dia mengerjakan semua soal sampai pusing. pikirannya terasa absurd. hilang, datang, hilang. apa yang bisa dimasukkan jika memorinya terasa rusak. hanya bisa mengulang dan mengulang tapi tidak tahu menahu apa yang harus dipikir. mungkin yang dia tahu hanya dia menangis tersedu-sedu di pelukan ayah yang tak habis pikir apa yang terjadi. atau mungkin yang dia tahu hanya ketika dadanya terasa sakit, sakit yang terlalu sakit, sampai dia tidak bisa bernapas dan lalu meraung-raung sampai ketiduran.lelah.
mungkin yang dia tahu hanya itu. mungkin.
tapi dia tetap tidak mengerti. apa yang dia nanti setiap hari. apa yang ingin dia lakukan hari ini. besok. lusa. apa yang dia pikirkan ketika tidak bisa tidur di malam hari. seperti hari ini. apa yang dia cari dari sepersekian detik kosong yang selalu dia ulur dari apapun yang dia lakukan. apa yang dia cari dari telpon genggam yang belakangan jadi sering kelupaan ada dimana. apa yang dia lihat ketika bengong di jalanan pulang. apa yang dia gambar ketika ada pembahasan soal. apa yang ada di otak ketika melakukan ini itu.absurd.
manusia nuansa,
dia tak lagi ada.
mungkin yang dia tahu hanya itu. mungkin.
tapi dia tetap tidak mengerti. apa yang dia nanti setiap hari. apa yang ingin dia lakukan hari ini. besok. lusa. apa yang dia pikirkan ketika tidak bisa tidur di malam hari. seperti hari ini. apa yang dia cari dari sepersekian detik kosong yang selalu dia ulur dari apapun yang dia lakukan. apa yang dia cari dari telpon genggam yang belakangan jadi sering kelupaan ada dimana. apa yang dia lihat ketika bengong di jalanan pulang. apa yang dia gambar ketika ada pembahasan soal. apa yang ada di otak ketika melakukan ini itu.absurd.
manusia nuansa,
dia tak lagi ada.
afraid of losing you
siapa lagi yang mencoba membangunkan seribu kali
siapa lagi yang meminjamkan bahunya untuk menyembunyikan air mata yang malu keluar
siapa lagi yang meminjamkan senyumnya ketika yang dipunya hilang
siapa lagi yang menuntut ini itu
siapa lagi yang katakan sejuta rasa
siapa lagi yang mencium kening
siapa lagi yang selalu mengingatkan
siapa lagi yang berjanji tidak pergi
siapa lagi yang mengirim nyanyian menghibur
siapa lagi yang mencoba mengerti
siapa lagi yang merasa mengerti
siapa lagi yang mengerti
siapa lagi yang meminjamkan jemari
siapa lagi yang menitipkan hati
siapa lagi yang menutupi cemburu
siapa lagi yang begitu posesif
siapa lagi yang selalu mengalah
siapa lagi yang selalu keras kepala
siapa lagi yang bernuansa
siapa lagi yang memberi nuansa
siapa lagi yang dicintai
siapa lagi yang mencintai
siapa lagi yang dirindukan
siapa lagi yang merindukan
siapa lagi
siapa lagi yang meminjamkan bahunya untuk menyembunyikan air mata yang malu keluar
siapa lagi yang meminjamkan senyumnya ketika yang dipunya hilang
siapa lagi yang menuntut ini itu
siapa lagi yang katakan sejuta rasa
siapa lagi yang mencium kening
siapa lagi yang selalu mengingatkan
siapa lagi yang berjanji tidak pergi
siapa lagi yang mengirim nyanyian menghibur
siapa lagi yang mencoba mengerti
siapa lagi yang merasa mengerti
siapa lagi yang mengerti
siapa lagi yang meminjamkan jemari
siapa lagi yang menitipkan hati
siapa lagi yang menutupi cemburu
siapa lagi yang begitu posesif
siapa lagi yang selalu mengalah
siapa lagi yang selalu keras kepala
siapa lagi yang bernuansa
siapa lagi yang memberi nuansa
siapa lagi yang dicintai
siapa lagi yang mencintai
siapa lagi yang dirindukan
siapa lagi yang merindukan
siapa lagi
25 January 2010
bisa jadi gila
saya selalu takut.
tapi,
saya mengecap aman bersama kamu.
tapi kini tidak lagi.
resah, lelah, mengudara.
menutupi mata, hati, telinga dengan kabut ketidakpastian.
pekat.
saya tidak ingin hidup bersama kamu yang seperti ini.
tapi,
saya mengecap aman bersama kamu.
tapi kini tidak lagi.
resah, lelah, mengudara.
menutupi mata, hati, telinga dengan kabut ketidakpastian.
pekat.
saya tidak ingin hidup bersama kamu yang seperti ini.
09 January 2010
tanyakan
andai semua ini bisa diungkap.
rasanya
semua ketinggalan di tahun yang lama
termasuk diri saya.
rasanya
semua ketinggalan di tahun yang lama
termasuk diri saya.
26 December 2009
bicara sendiri
hanya saja pikiran ini terasa terlalu berat.
pantas saja yang namanya telepon laku,
karena,
telepati itu bohong.
pantas saja yang namanya telepon laku,
karena,
telepati itu bohong.
23 December 2009
sepi
sekadar kata kata sudah menguap.
jauh.
sehingga yang tertinggal hanya kerangka kosong tanpa isi.
berbunyi nyaring.
memekik.
jauh.
sehingga yang tertinggal hanya kerangka kosong tanpa isi.
berbunyi nyaring.
memekik.
14 December 2009
sebatas harapan
andai ada satu saja yang bisa membuat saya tidak peduli.
saya
tidak
mau
jadi
saya
saya mohon.
saya
tidak
mau
jadi
saya
saya mohon.
hari sempurna untuk menjadi salah.
jadi yang saya lakukan hanya menertawakannya,
lalu menangis diam-diam.
sampai ditatapi dengan rasa heran satu sekolah,
diratapi oleh kekasih yang digantung.
karena tidak ada yang mengerti,
tidak ada yang saya ingin mencoba tahu,
tidak ada yang sanggup saya beri tahu.
saya sedih
kecewa
malu
marah
setengah mati.
tapi tetap menjadi batu sampai mati.
sok misterius.
sialan.
lalu menangis diam-diam.
sampai ditatapi dengan rasa heran satu sekolah,
diratapi oleh kekasih yang digantung.
karena tidak ada yang mengerti,
tidak ada yang saya ingin mencoba tahu,
tidak ada yang sanggup saya beri tahu.
saya sedih
kecewa
malu
marah
setengah mati.
tapi tetap menjadi batu sampai mati.
sok misterius.
sialan.
Subscribe to:
Posts (Atom)